Tanda Manalu

Virus Tokso

Vonis Dokter Tak Terbukti
“Badan lemas, sering mimpi buruk & kelumpuhan tidak terjadi karena pengobatannya didampingi TNBB”

Tahitian Noni ® Bioactive Beverage Original ™ Solusi Herbal Alami

Agustus 2010 lalu, otak Tanda terinfeksi virus tokso. Selama satu bulan, ia lemas tak berdaya. kepalanya pusing dan bahkan sulit sekali untuk bangun dari tempat tidur. Virus itu membuat kekebalan tubuhnya menurun drastis.

Pada bulan September, Tanda anfal. Kondisinya drop. Ia pun dilarikan ke rumah sakit. Saat itu, hasil tes CD4 Tanda sangat rendah. Tes ini menunjukkan jumlah CD4/sel darah putih dalam 1 milimeter kubik darah. Sel darah putih sangat penting bagi sistem kekeblan tubuh. Hasil tes CD4 Tanda hanya menunjukkan angka 6. Padahal , jumlah CD4 yang normal berkisar antara 500-1600. Seorang dokter bahkan mengatakan, dengan hasil tes CD4 serendah itu, Tanda seharusnya sudah berada di ‘alam’ lain.

Di rumah sakit, kondisi Tanda terus memburuk. Namun di tengah kekalutan, keluarga Rondang bertemu dengan Ramadhan – yang datang membawakan TAHITIAN NONI ® Bioactive Beverage ™ – Original (TNBB), untuk sesama teman, –Bambang– yang dirawat karena stroke. Rondang kaget melihat perkebangan Bambang. Tiga hari setelah mengonsumsi TNBB, bibirnya yang monyong akibat serangan stroke bisa kembali normal. Rondang pun terpikir untuk memberikan TNBB kepada Tanda. Pada hari pertama, Tanda mengonsumsi TNBB secara intens: dalam dua jam, ia menghabiskan satu botol TNBB. Saat itu, kerena kondisinya memang parah. Meskipun Tanda tetap sadar, namun karena syarafnya terserang virus, ia tak nyambung jika diajak bicara.

Setelah botol pertama habis, selanjutnya Rondang memberi Tanda 100 ml TNBB per satu jam. Konsumsi TNBB memberikan dampak yang menggembirakan. Tanda sudah bisa duduk sendiri, dari posisi berbaring. Tadinya, ia bahkan harus dibantu dua orang untuk bisa duduk di ranjang. Dampak lainnya, setelah lima hari tidak buang air besar (BAB) sehingga perutnya mengeras, Tanda pun bisa lancar BAB setelah meminum TNBB. Air seninya yang tadinya berwarna keruh berubah menjadi bening.

Selama mengonsumsi TNBB, Tanda tetap teratur meminum obat-obatan yang diresepkan dokter. Ada obat paru-paru untuk mengobati TBC-nya, obat saraf dan obat tokso. Karena dosis obat kimia yang tinggi, kulit Tanda menghitam bak arang. Namun dua bulan kemudian, ia sembuh dari TBC, bahkan tidak mengeluarkan dahak lagi. Sebelum mengonsumsi obat tokso, dokter berpesan pada Tanda, Obat itu akan membuatnya lemas, sering bermimpi buruk dan lumpuh seperti kakek umur 60 tahun. Minimal Tanda takkan bisa beraktivitas normal selama enam bulan. Nyatanya, konsumsi obat tokso yang diiringi TNBB membuat semua ‘vonis’ dokter itu tak terbukti.

Dalam waktu dua bulan, Tanda sudah aktif lagi. Ia naik motor kemana-mana dan giat memasarkan TNBB juga. Kini Tanda telah mengurangi dosis obat-obatan medisnya serta tetap mengonsumsi TNBB. Empat bulan lagi, ia akan kembali menjalani tes untuk melihat perkembangan kondisinya. Namun Tanda, Rondang dan keluarga sangat yakin, TNBB akan membantu mereka memulihkan kondisi kesehatan Tanda.