Sarpono (52 tahun)

Keluar Batu Sebesar Biji Pepaya

“Sayangnya, mungkin batu dalam ginjal saya sudah terlalu besar, jadi TNBB perlu waktu agak lama untuk menghancurkannya.”

Sekitar Januari 2009, Sarpono merasa sakit setiap buang air kecil. Ia pun berobat jalan ke dokter. Atas saran dari temannya, Sarpono mulai meminum TNBB (Tahitian Noni ® Bioactive Beverage-Original ™) pada bulan Maret. “Sayangnya, mungkin batu dalam ginjal saya sudah terlalu besar, jadi TNBB perlu waktu agak lama untuk menghancurkannya,” tutur Sarpono.

Karena semakin hari semakin terasa sakit, dokter menyuruh Sarpono untuk di rontgen. Keputusannya Ia harus segera diperasi. Pada bulan Juni, akhirnya Sarpono menjalani operasi dengan teropong. Didalam alat kelaminnya dipasangi selang. Dengan begitu, jika ada batu di kantung kemihnya, batu itu takkan jatuh ke saluran kencingnya karena tertahan selang.

Dua bulan setelah itu, selang dalam saluran kelaminnya di cabut. Selanjutnya saluran kelaminnya di-laser untuk menghancurkan batu-batu yang masih tersisa. Setelah seminggu di rawat di RS, Ia diperbolehkan pulang. Buang air kecilnya kembali normal. Tak ada rasa sakit seperti yang sebelumnya dirasakan. Sampai detik itu, Sarpono tidak putus mengkonsumsi TNBB dua kali, masing-masing 30 ml. “Seperti yang diajarkan, saya menahan TNBB dulu di mulut selama 30 detik, baru menelannya. Setiap pagi dan malam, saya tak lupa minum TNBB.

“Bulan itu juga, ketika sedang membuang hajat kecil, ada batu sebesar biji pepaya ikut keluar bersama urinnya. Ia langsung menunjukannya pada temannya.

Satu penyakit lainnya yang diidap Sarpono adalah diabetes. Awalnya, Ia tak menyadari dirinya menderita penyakit kencing manis itu. Namun sebelum menjalani operasi, Ia melakukan check up keseluruhan. Saat itulah Ia tahu bahwa kadar gula darahnya mencapai 400 mg/dl.

“Untuk mengatasi kadar gula yang tinggi saya tetap meminum TNBB. Sesekali bila kadar gulanya sedang naik, saya juga minum obat dari dokter dan tetap menjalani diet. Sekarang, kadar gula darah saya turun dan sudah mencapai 200 mg/dl,” kisah Sarpono.