Sandra

Akhir Derita Selama Empat Tahun

KECERIAAN menyeruak dari raut wajah seorang bocah yang selama hampir empat tahun hidup dengan kegetiran menghadapi penyakit yang mengerikan. Dia adalah Sandra, anak dari Ranie D. Garnadi. Demam berkepanjan-an menjadi awal dari penyakit yang diderita Sandra. Hasil laboratorium tidak mengindikasikan Sandra terkena Lupus, sedangkan unutk Leukimia, Ranie tidak sempat memeriksakan-nya. Setelah sepuluh bulan perawatan, kondisi Sandra membaik.

Tapi pada 15 Mei 2006, Sandra jatuh sakit lagi. Diawali dengan flu lalu demam yang berkepanjangan, hingga anemia (HB mencapai 5,90, leukosit tinggi dan berbagai gejala tidak mormal lainnya, membuat Sandra harus diopname selama 10 hari di rumah sait dan menjalani trnsfusi darah karena anemianya sudah kronis, diagnosa rumah sakit juga menyatakan bahwa ada pembengkakan jantung yang merupakan imbas dari anemia kronis tersebut.

Derita hebat yang di alami Sandra membuat gadis kecil ini, tak dapat berjalan. Dokter menyarankan Sandra dibawa ke ahli tulang anak untuk fisioterapi. Sandra juga diperiksa dengan CT Scan di bagian Thorax dan Abdomen, serta Biopsi, dari pemeriksaan diketahui bahwa Sandra menderita Leukimia dan kanker kelenjar getah bening atau Limfoma Malignum stadium 4.

Jalan satu-satunya untuk sembuh adalah operasi mengangkat tumor, kemoterapi dan radiasi. Karena kendala faktor fisik dan psikis, Ranie mencari pengobatan alternatif non medis. Ia lalu bertemu TAHITIAN NONI ® Bioactive Beverage ™ (TNBB) dan Sandra mulai mengonsumsi TNBB sejak 20 Juni 2006. Empat bulan kemudian, Sandra sudah bisa duduk. Panas tubuhnya menurun. nafsu makannya meningkat. Perubahan kesehatan Sandra sangat drastis, hingga akhirnya si Kecil itu dapat berlari dengan ceria, sejak Februari 2007 lalu.

Ia lalu bertemu TAHITIAN NONI ® Bioactive Beverage ™ (TNBB) dan Sandra mulai mengonsumsi TNBB sejak 20 Juni 2006. Empat bulan kemudian, Sandra sudah bisa duduk. Panas tubuhnya menurun. nafsu makannya meningkat. Perubahan kesehatan Sandra sangat drastis, hingga akhirnya si Kecil itu dapat berlari dengan ceria, sejak Februari 2007 lalu.

“Hatiku menangis haru, sambil berucap syukur atas karunia sehat yang diberikan Allah SWT melalui TNBB,” kata Ranie.