Rokoyah

Rokoyah (39 Tahun)
“Terhindar Dari Kelumpuhan”

Tahitian Noni ® Bioactive Beverage Original ™ Solusi Herbal Alami“Sudah, Yah. Cari saja pengganti saya untuk jadi ibu anak-anak.” Kalimat itu terlontar dari bibir Rokayah pada suaminya, sekitar Maret 2009. Saat itu, ia sedang putus asa karena kondisi kesehatannya. Sebenarnya sudah sejak Oktober 2008 Rokayah merasa kakinya linu. Tapi ia tak menyangka gejala ini serius.

Menginjak Desember 2008, sakit kakinya semakin parah. Dari pinggang sampai kaki terasa sakit Ia tak sanggup berjalan lama. Rasa sakit ini memang tidak terus-menerus, tapi ketika sakitnya menyerang, Rokoyah merasa amat nyeri, bahkan sampai menggigil. Akhir Desember, ia drop. Ia tak kuat lagi berjalan dan harus dipapah.

Awalnya menurut dokter, Rokoyah menderita rematik. Namun ketika di-rontgen, tak terlihat kelainan apa pun. Rokoyah mencoba menjalani terapi alternatif berupa pijat syaraf. Terapi rupanya cukup membantu. Januari 2009, ia merasa kondisinya membaik. Namun bulan depannya, Rokoyah terserang batu hebat yang tak kunjung hilang. Kondisinya kembali drop. Atas saran dokter spesialis syaraf, ia melakukan pemeriksaan MRI. Dari sinilah Rokoyah mengetahu ia menderita HNP. Ada cairan di tulang pinggangnya.

Menurut dokter, itu virus yang harus segera disedot keluar. jika ditunda-tunda, virus itu bisa naik ketubuh bagian atas, bahkan menyebabkan kelumpuhan. Hari itu juga, ia harus masuk rumah sakit dan besoknya menjalani operasi. Rokoyah pun menimbang-nimbang. Mengambil keputusan untuk operasi sama sekali tak mudah, karena jika gagal, operasi beresiko kelumpuhan. “Sudahlah, saya dirawat dirumah saja. Tak usah dioperasi kalau resikonya terlalu besar. Setiap penyakit ada obatnya. Tuhan pasti akan memberikan obat itu,” kata Rokoyah membesarkan hati.

Obat yang ditunggu Rokoyah akhrinya datang pada April 2009. Suami Rokoyah bertemu dengan dua orang teman -Slamet dan Ahmad-, member TNBB. Kata mereka banyak prang sembuh berkat TNBB. Awalnya, Rokoyah tak percaya. Ia sudah habis berjuta-juta untuk obat dan terapi alternatif. Masa TNBB seharga 500 ribu mampu menyembuhkannya ? Namun Rokoyah tergerak mencoba. Ia mulai mengonsumsi TNBB tiga kali sehari, masing-masing setengah gelas.

Enam hari kemudian, ia justru merasa sakitnya bertambah parah. Ia nyaris tak mau melanjutkan konsumsi TNBB tapi untunglah ia berubah pikiran. Pada hari kesepuluh, ia bisa turun dari tempat tidur dan berjalan sendiri ke toilet, meskipun belum bisa duduk. Secara bertahap, ia bisa mengangkat kaki dan memakai celana sendiri. Padahal, dulu kedua hal ini mustahil di lakukannya.

Pada bulan mei 2009, Rokoyah sudah normal kembali. Ia kuat berjalan dan mulai menjalankan aktivitas sebagai guru SD. Jika terlalu lelah, kakinya kembali linu. Namun Rokoyah konsisten meminum TNBB.

Setahun kemudian, ia merasa tubuhnya sangat fit. Selain itu, sakit kepala yang dulu sering menyrerangnya ikut lenyap. Hingga kini, untuk mempertahankan kondisi, ia tetap mengonsumsi TNBB sekali sehari, 30 ml.