Hj. Puji Suwati

Sirosis Hati

Ditahun 90-an, Ibu saya sering merasakan sesak di dada dan kadang perut terasa membesar. Dokter tidak memberitahu dengan jelas penyakit yang diderita Ibu saya dan obat yang diresepkan hanya memberikan kesembuhan semu karena masalah kesehatan selalu muncul kembali. Pada tahun 2005, Ibu saya pernah divonis sakit jantung dengan gejala sesak di dada dan sempat dirawat.

Tahun 2010, bapak kami meninggal dunia. Semenjak itulah perut Ibu saya terus membesar. Setelah diperiksa, vonis dokter saat itu adalah Hepatitis dan Ibu saya harus dirawat karena cairan dalam perut akibat kebocoran pada hati. Di rumah sakit Ibu dikasih obat agar cairan tersebut keluar melalui air seni.

Sepulang dari rumah sakit, perut Ibu saya mengecil tapi dalam hitungan minggu kembali membesar. Dokter yang menangani pun bingung. Dokter tersebut kemudian memberikan rujukan ke dokter di Rumah Sakit lain. Di Rumah Sakit yang baru, dokter yang baru melakukan rontgen dan lain-lain. Setelah diteliti, Ibu saya divonis menderita Sirosis Hati, penyakit yang berkaitan dengan kebocoran pada hati. Dan penyakit itu sebenarnya sudah ada sejak lama namun tidak terdeteksi dini.

Semenjak itu, Ibu saya harus disedot cairannya setiap dua bulan sekali. Setiap disedot, kira-kira lima liter cairan keluar dari perut Ibu saya. Dokter bilang sakit ini tidak bisa sembuh total, kecuali CANGKOK HATI. Ibu saya tambah stress.

Juli 2011 saya bertemu konsultan TNBB. Beliau memberikan saya Produk TNBB untuk konsumsi saya pribadi. Tapi TNBB itu saya berikan ke Ibu dan saya bilang ke Ibu saya : “Ibu semoga ini ikhtiar terakhir dan yang paling manjur dari obat-obat Dokter. Ibu harus yakin kalau TNBB bisa membantu kesembuhan Ibu. Jangan setengah-setengah yakinnya karena Ibu mau sembuh total kan? Bukan sembuh setengah-setengah”.

Sejak saat itu, Ibu minum TNBB sebanyak 30 cc x 3 dalam sehari.

Tiga hari kemudian, Ibu menghubungi saya dan bilang bahwa perutnya sudah tidak kembung lagi dan tidak merasa sesak di dada. Dan hanya dalam hitungan bulan, perut ibu terus mengecil, gula darahnya normal. Kesembuhan Ibu saya mungkin dibantu dengan datangnya bulan puasa pada saat itu. Ibu saya seringkali hanya berbuka dengan TNBB dan air putih saja dan baru makan setelah 30 menit. Namun walau demikian, Ibu saya tetap rajin kontrol ke Dokter, dan Dokter pun mulai menurunkan dosis obatnya karena cairan di dalam perut Ibu saya terus berkurang.

Ucapan terima kasih saya  kepada Allah SWT yang mempercayakan TNBB sebagai jalan kesembuhan Ibu saya. Ibu saya kini sudah kembali sehat dan beraktivitas seperti biasa. Sekarang bagi Ibu saya, tiada hari tanpa bicara TNBB ke orang-orang.