Nariani

Lebih Pede Tanpa Tremor

Usianya yang sudah menginjak kepala enam tidak menyurutkan kegiatannya dalam beribadah. Justru di usia matangnya inilah, Nariani menjadi getol beribadah. Tak tanggung-tanggung, ia merupakan bagian dari paduan suara di sebuah gereja dekat tempat tinggalnya. Kegiatannya tersebut mebutuhkan stamina prima dan kesehatan yang optimal, tapi sangat disayangkan penyakit parkinson yang menderanya sejak 2006 silam membuat Nariani minder untuk tampil lagi di gereja.

“Awalnya suami saya yang melihat sekitar leher saya bergerak sendiri (tremor). Setelah selesai pertunjukkan kami langsung menuju ke dokter dan menanyakan hal tersebut. Dokter mendiagnosa bahwa saya mengalami parkinson,” cerita Nariani. Untuk lebih memastikan Nariani memeriksakan kondisinya ke dua rumah sakit berbeda. Hasilnya sama, Nariani tetap mengidap Parkinson. “Tak hanya itu, tes kesehatan yang saya jalani juga menunjukkan bahwa kadar kolesterol dan tekanan darah saya sangatlah tinggi,” cerita Nariani yang akhirnya mulai mengonsumsi TNBB pertengahan 2007 lalu.

Dosis awal TNBB yang dikonsumsi Nariani adalah 4 x 30 cc. Beberapa bulan setelah mengonsumsi Nariani pergi ke Malaysia untuk melakukan check up. Catatan medis yang di dapat Nariani sangatlah mengejutkan. Parkinson yang di deritanya justru tidak tampak pada catatan medisnya. “Saya heran yang tercantum justru hipertensi dan kolesterol yang tinggi, sementara parkinsonnya negatif atau tidak ada sama sekali,” terang Nariani yang menjelaskan bahwa sebulan setelah mengonsumsi TNBB, tremornya sedikit berkurang dan lambat laun menghilang.

Awal 2008 Nariani mulai menurunkan dosisnya menjadi 2 x 30 cc, seiring itu pula darah tinggi dan kadar kolesterolnya berangsur normal. “Tidak hanya saya yang merasakan khasiat TNBB, suami saya menderita serangan jantung dan maag akut selama 40 tahun, lambat laun membaik kesehatannya. Terima kasih TNBB. Kini Nariani tidak lagi malu tampil di muka umum gereja untuk menyanyikan lagu rohani bersama kelompok paduan suaranya.