M. Rifqi

“Ada Seribu Binatang di Wajah.”

“Tidak butuh waktu lama untuk bebas dari rasa sakit”

SEPERTI layaknya remaja yang sedang puber, M. Rifqi sudah mulai berjerawat sejak masuk SMU, namun saat itu jerawatnya msaih kecil dan belum terlalu banyak. Untuk mengatasinya, Rifqi mencoba berbagai salep dan obat yang dianjurkan teman-temannya. Tapi bukannya sembuh, jerawat Rifqi bertambah banyak. Sekitar April 2010, wajah, dada dan punggungnya bertabur jerawat. Wajah sebelah kanannya penuh jerawat memanjang bak lintah dan menonjol. Wajah sebelah kirinya dipenuhi jerawat yang meradang. Sedangkan jerawat di punggung dan dadanya mengeluarkan darah.

Tjutju, ibu Rifqi, sudah membawa putranya ke beberapa Dokter spesialis kulit. Segala jenis obat, dari obat oral sampai oles dicobanya. Tjutju tak segan-segan merogoh kocek untuk membeli obat seharga Rp 1,2 juta atau sabun senilai Rp 500 ribu. Namun tidak ada yang membuahkan hasil. Dihitung-hitung, seluruh ‘pengobatan coba-coba’ ini sudah menelan biaya sampai Rp 11 juta!

“Saya kasihan melihat anak saya,” kaya Tjutju. “Jerawatnya terasa sakit dan berdenyut-denyut. Katanya, seperti ada seribu binatang di wajah.” Terlebih lagi, putra Tjutju juga seorang pemain band yang sewajarnya lebih memperhatikan penampilan. Suatu hari, seorang teman Tjutju yang mengetahui masalah ini datang dan langsung menyuruh Rifqi meminum dua sloki TNBB (TAHITIAN NONI ® Bioactive Beverage ™ – Original). Sehabis meminum TNBB, Rifqi mengantuk dan tertidur pulas. “Padahal, ia tak pernah tidue siang,” ucap Tjutju. Alangkah kagetnya mereka, begitu Rifqi bangun, satu jerawat di wajahnya pecah. Empat atau lima hari kemudian, setelah menghabiskan sebotol TNBB, jerawat di punggung dan dadanya mengering.

Wajah Rifqi masih tetap berjerawat, tapi sudah tak begitu sakit lagi. Rifqi pun sudah bisa memakai helm. Dulu, memakai helm saja sangat menyakitkan baginya. Hari-hari berikutnya, jerawatnya mengempis satu persatu. ketika Rifqi sudah menghabiskan enam setengah botol TNBB, semua jerawatnya sudah kempis. Kini bekas-bekas jerawatnya masih ada, beberpa juga masih menonjol, namun Rifqi sudah tak merasa sakit sama sekali. Akhirnya, ia bebas bergaya saat nge-band di panggung atau ketika berlaga di lapangan basket.