Harlenawati (36 Tahun)

TNBB Bersinergi Dengan Obat Medis

“Dua Dokter – Ahli Darah & Ahli Liver – Yang Memeriksa Kondisinya Selepas Dari RS Tak Menyangka Ia Bisa Membaik Sangat Cepat”

Pada Oktober 2009 lalu, Harlenawati tiba-tiba merasa tidak enak badan. Ia merasa lelah, lemas, tangannya bergetar-getar dan jantungnya berdebar-debar. Ia berobat jalan ke sebuah rumah sakit dan dokter mendiagnosanya menderita hipertiroid. Dua hari kemudian, kondisi Harlenawati semakin payah. Ia lalu dilarikan ke RS dan dirawat selama seminggu di sana. Saat ini livernya mengeras, perutnya membesar dan badannya kuning, demamnya naik turun. Meskipun tidak koma, ia tak mampu mengenali orang. Oleh dokter, kali ini ia didiagnosa anemiaplastic. Karena tak ada perkembangan, Harlenawati diboyong keluarga ke rumah sakit lain. Ia masuk rumah sakit kedua pada jumat malan. Selama tiga hari (Jumat, Sabtu, Minggu) tidak ada dokter khusus yang menangani mereka karena waktu itu akhir pekan.

Saat inilah, suami Harlenawati – Zuli norwanto – teringat pada TNBB TAHITIAN NONI ® Bioactive Beverage ™ – Original) yang pernah ditawarkan temannya. Sebelum menghubungi si kawan, Zuli menyempatkan untuk browsing di internet mengeni TNBB. Setelah membaca berbagai informasi soal TNBB, ia baru yakin dan menghubungi temannya. “Sebenarnya saya takut memberikan TNBB pada istri,” kata Zuli. “Yang saya tahu, TNBB bisa menurunkan tekanan darah. Padahal, tensi istri saya kala itu sudah sangat rendah. Akhirnya saya hanya berani memberikan seperempat dari dosis yang dianjurkan: 15 ml TNBB per dua jam.

Setelah mengonsumsi TNBB, Harlenawati tidak lagi buang-buang air separah sebelumnya. Biasanya, selama di RS ia bisa menghabiskan 20 diaper perhari. Inilah yang menyebabkannya dehidrasi dan lemas. Setelah mengonsumsi TNBB, jumlah diaper yang diperlukannya perhari tinggal empat. Hari pertama konsumsi TNBB, BAB-nya berwarna kehijauan. Hari kedua hitam dan hari ketiga merah. Rupanya racun-racun yang selama ini mengendap di liver telah keluar.

Pemeriksaan sumsum tulang belakang menunjukkan kadar sel darah putih muda Harlinawati 22.000. Ia positif menderita MDS atau praleukimia. Menerima vonis ini, konsumsi TNBB tetap ia teruskan. Akhirnya pada hari ke empat belas di RS, ia diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik. Kadar leukosit, trombosit dan hemoglobinnya sudah meningkat. Kadar sel darah putih mudanya tak diketahui karena ia tidak mau melakukan pemeriksaan sumsum tlang belakang lagi. Ketika keluar dari RS, perut sebelah kanannya tidak lagi sekeras dulu. Pertanda livernya sudah tidak bengkak.’

“Pada 22 desember, istri saya sudah bisa kembali bekerja. Ia sudah bisa jalan bahkan naik tangga. Dua dokter -ahli darah dan ahli liver- yang memeriksa kondisinya selepas dari RS tak menyangka ia bisa sembuh. Istri lalu tetap mengonsumsi TNBB sekaligus obat medis. Tapi kami pilih-pilih resep, yang mahal tidak kami tebus. Ha ha ha….” kisah Zuli.