Hanny Handayani (52 Tahun)

Meningkatkan Kualitas Hidup

“Paru-parunya terendam air beracun dan ada flek juga. Ia koma lebih dari sehari dan jantungnya berhenti berdetak sejenak. TNBB memang membawa banyak perubahan”

Desember 2005 adalah momen bersejarah bagi Hanny. Bulan itulah Ia divonis menderita gagal ginjal. Hanny seharusnya langsung cuci darah, namun Ia menolak dan lebih memilih terapi obat. Akibatnya pada tahun 2006, Ia “kolaps”. Paru-parunya terendam air beracun dan ada flek juga. Ia koma lebih dari sehari dan jantungnya berhenti berdetak sejenak.

Terganggunya fungsi ginjal Hanny mengakibatkan banyak komplikasi : kadar gula darah, asam urat, kolesterol dan kalium dalam tubuhnya tinggi. Tensinya naik turun. Bila sedang naik, Hanny merasa jantungnya berdentam bak tiang pancang. Ia beberapa kali pingsan. Hanny pun mulai cuci darah seminggu dua kali.

Kondisi Hanny semakin parah setelah menderita ‘payah jantung’. Jalan sedikit saja, Ia sudah terengah-engah. Naik beberapa anak tangga, Ia sudah lelah. Ke mana-mana, Ia membawa payung untuk menahan tubuh sehingga bisa berpegangan sewaktu-waktu merasa lemas. Tahun 2009, setelah 3 tahun cuci darah, seorang teman SMU memperkenalkannya pada TNBB (Tahitian Noni® Bioactive Beverage™ – Original).

Mulanya, Hanny ragu-ragu karena TNBB terbuat dari buah noni, sedangkan penderita gagal ginjal tak boleh sembarangan makan buah. Buah akan meningkatkan kadar kalium dan membuat sesak napas.

“Akhirnya Saya mencoba meminum 5 ml TNBB, 2 kali sehari. Awalnya, mungkin karena kadar kalium naik, dada saya terasa agak terjepit walaupun tidak sampai sesak napas,” kisah Hanny.

Selama meminum TNBB, Hanny mengalami beberapa healing crisis. Pertama, 2 hari meminum TNBB, Hanny diare. Namun anehnya, diare ini justru membuatnya segar, tidak lemas. Perutnya yang besar karena gagal ginjal pun mengempis. Namun beberapa waktu kemudian, Hanny seperti kembali ke titik nol.

Perutnya kembali membesar, pinggangnya senut-senut. Healing crisis kedua ini terjadi sekitar lima hari, lalu reda kembali. Setelah itu, urinenya jadi banyak. Healing crisis ketiga, setelah tiga bulan konsumsi TNBB, Ia merasa luar biasa pegal dari bagian dada sampai ujung jari kanan. Ia juga demam tinggi. Namun ini hanya berlangsung sehari. Esoknya kondisinya fit lagi.

Pada bulan keempat, Hanny batuk-batuk hebat selama dua minggu, tapi tidak berdahak. Obat batuk apapun tak mempan. Puncaknya keluar cairan hijau yang tidak berbau. Setelah cairan itu keluar, batuknya langsung berhenti total. Beberapa lama meminum TNBB juga membuat Hanny lebih ringan menjalani cuci darah, dulu terkadang darah yang sudah dikeluarkan membeku dan sulit dimasukkin lagi. Kini, hal itu tak pernah terjadi.

Tensi yang kerap turun sewaktu cuci darah pun sekarang stabil. Selain itu, setelah cuci darah, tulang-tulang Hanny biasanya terasa kaku karena kalsiumnya terbuang selama proses itu. Akibatnya, Ia sulit bergerak. Tapi kini Ia bisa menggerakkan tubuhnya pelan-pelan. Jalannyapun cukup tegap.

“Suatu hari, terjadi gempa kecil Saya harus turun tangga di kantor dari lantai 25! Anehnya, saya tidak terlalu ngos-ngosan. Sampai di bawah, dalam hitungan detik, ritme nafas normal lagi. Saya juga tidak merasa stres dan tensi tidak naik.

TNBB memang membawa banyak perubahan. Hingga sekarang, saya tetap cuci darah. Dulu seminggu dua kali, kini berkurang jadi seminggu sekali. Obat jantung dan hipertensi sudah tidak Saya konsumsi lagi. TNBB telah meningkatkan kualitas hidup Saya. Demi kesehatan, Saya terus minum TNBB, kini dengan dosis 20 ml, tiga kali sehari.”