Ernst Evert Manuputty (69 Tahun)

Hampir Diamputasi
“Pelan-pelan ia melepas ketergantungannya pada obat”

Tahitian Noni ® Bioactive Beverage Original ™ Solusi Herbal Alami

Riwayat sakit Ernst sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Ia bahkan sudah sakit sebelum putrinya –Yatrix Magdalena Manuputty– lahir, 27 tahun lalu. Namun kondisinya memburuk pada tahun 2007. Sebulan, ia keluar masuk rumah sakit sampai lima kali. Awalnya Ernst anfal di rumah. Dadanya sesak, sulit bernafas dan ia merasa seperti di tenggelamkan dalam air. Teriakannya mebuat keluarganya panik. Ia langsung di masukkan ke RS, ruang ICU kelas A.

Kami takut sekali. Biasanya pasien ICU kelas A sulit tertolong. Saat itu ayah saya sudah tak dapat bicara dan mengenali orang lagi. Orang-orang yang bezuk tidak lagi membacakan doa kesembuhan tapi doa penyerahan,” kisay Yatrix. Saat itu pengentalan darah dalam tubuh Ernst membuat kerja jantungnya melambat. Akibatnya, paru-parunya ikut bengkak. Ia harus di suntik untuk mengeluarkan cairan dari tubuh. Seminggu kemudian, ia keluar RS dengan membawa segepok obat.

Namun kondisi Ernst di hari-hari selanjutnya masih payah. Ia divonis tergantung obat-obatan seumur hidup: obat jantung, saraf dan diabetes. Selain pengobatan medis, ia sudah mencoba terapi aliran listrik dan obat-obatan yang ditawarkan berbagai MLM. Tahun 2009, Ernst menjalani operasi varises. Sebelumnya kakinya bengkak karena varises dan pengentalan darah. Ia berjalan dengan tongkat. Kakinya terancan diamputasi karena bisa membusuk. Begitu selesai operasi, saat Ernst terbaring di ruang perawatan, Yatrix mencoba memberikan TNBB (TAHITIAN NONI ® Bioactive Beverage ™ – Original) pada ayahnya.

Awalnya Yatrix tak menggubris ketika ada seorang teman yang menyodorinya brosur TNBB, tapi setiap melihat brosur itu, ia teringat ayahnya. Akhirnya Yatrix membeli TNBB untuk sang ayah. Ernst awalnya juga menolak meminum TNBB. Namun setelah didesak, ia mau juga meminum 30 ml TNBB, dua kali sehari. Beberapa jam setelah mengonsumsi TNBB, ia merasa lebih segar. Dengan badan yang masih ditempeli berbagai selang, Ernst bahkan bersikeras untuk bangun dan berjalan ke toilet. Padahal, perawat melarangnya bangun dari ranjang sampai pukul 10 malam karena bisa pendarahan. Ketika esoknya perban di kakinya dibuka, dokter memuji karena kaki Ernst ternyata cepat kering. Ia pun melanjutkan konsumsi TNBB.

Seminggu setelah operasi, Ernst menjalani check up, termasuk tes EKG. Hasil tesnya sungguh di luar dugaan. Kondisi jantung, paru-paru dan sarafnya jauh membaik. Pelan-pelan, ia melepas ketergantungannya pada obat. Akhir Februari 2009, ia sudah tak lagi mengonsumsi obat jantung, diabetes dan sarafnya. Semua tongkat sudah disimpan. Jangankan berjalan, Ernst bahkan dengan gagah naik motor kemana-mana. Jika aktivitasnya padat, ia tak lupa meminum TNBB 60 ml, tiga kali sehari.