dr. Clifford Blumberg

Luka Sariawan, Periodontis, Kerapuhan Tulang

Istri saya yang bernama Judi menderita beragam luka sariawan yang sangat menyakitkan hampir setiap minggu. Karena ini termasuk dalam bidang saya, DDS, P.C., maka Judi mencari pertolongan kepada rekan-rekan kerja saya. Setiap orang menyumbangkan setiap ide pengobatannya. Saya sendiri menggunakan laser YAG padanya, tetapi hanya membantu pada skala kecil saja.

Empat belas bulan sudah berlalu, dan coba tebak! Sejak minum tiga ons Jus TAHITIAN NONI™ setiap pagi, ia sudah tidak mengalami luka sariawan sama sekali. Apakah istri saya merasa gembira? Tentu saja! TAHITIAN NONI™ telah meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya sedemikian rupa sehingga luka sariawannya tidak kambuh lagi.

Seorang pasien saya menderita periodontis yang cukup berbahaya, hal itu ditunjukkan dengan banyaknya gigi yang goyang (karena sambungan ke gusi longgar). Setelah satu bulan mengonsumsi dua ons Jus TAHITIAN NONI™ di pagi hari, ia mengalami kemajuan yang signifikan, terutama pada masalah pendarahan dan gigi longgar. Ia juga mengalami perbaikan pada kondisi tulang di pergelangan tangannya yang sudanh tidak sakit lagi.

Saya sendiri pernah mengalami operasi yang sulit pada akar gigi. Baik ahli endodontis yang menangani maupun saya tahu bahwa saya akan terganggu rasa sakit yang tidak nyaman begitu sampai di rumah. Karena saya tidak suka minum obat, maka saya memutuskan untuk meneteskan sedikit Jus TAHITIAN NONI™, dan menahannya beberapa saat di dalam mulut, tepat di gigi yang sakit. Hanya dalam lima belas menit rasa sakitnya bisa hilang.

Saya sebenarnya sulit untuk mempercayai apa yang baru saja terjadi, dan menduga itu mungkin gejala psikosomatis. Bagaimanapun juga, tiga minggu kemudian saya perlu melakukan operasi akar gigi lagi dan hal yang sama juga terjadi. Sejak itu saya selalu menggunakan Noni pada pasien-pasien saya sebelum operasi atau perawatan gigi yang sulit.

Saya pernah mengalami retak tulang metatarsal (telapak kaki) dan terpaksa menggunakan gips sampai ke lutut selama lima minggu. Saya menambah dosis TAHITIAN NONI™ menjadi lima ons per hari. Tiga di pagi hari dan dua di sore hari. Dengan tambahan itu saya memperoleh energi melimpah dan tetap bisa melanjutkan praktek selama lima minggu tersebut.

Jika seseorang menggunakan gips, biasanya anggota badan tersebut mengalami atropi (berhenti tumuh) dan harus melakukan terapi fisik selama berbulan-bulan. Dokter mengkhawatirkan terjadinya hal ini. Tetapi ketika gips dibuka, ternyata saya tidak memerluka terapi tersebut. Kondisi saya baik-baik saja dan dapat kembali normal.

Saya pribadi juga mengalami kemajuan dalam penglihatan, pendengaran, kebiasaan kencing di malam hari, arthritis (radang sendi), dan sebagainya.