Abdul Syukur Thamrin (39 Tahun)

Tertarik Karena Rasa TNBB Enak
“Jika sedang stres, persendian kaki dan lututnya bengkak. Bagian dalam punggungnya juga kerap terasa ngilu”
Abdul Syukur Thamrin

Abdul Syukur pernah menjadi anggota DPRD tingkat II Maros, Sulawesi Selatan periode 2004-2007. Hari-harinya banyak diisi oleh agenda rapat. Ia pun harus duduk berjam-jam. Ia juga sering duduk lama di mobil atau pesawat bila harus dinas ke luar kota.

Akibatnya, gejala-gejala ambeien pun muncul pada tahun 2007. Ia sulit buang air besar, duburnya sakit dan kotorannya berdarah. Bertepatan dengan itu, ia juga menderita asam urat. Jika sedang stres, persendian kaki dan lututnya bengkak. Bagian dalam punggungnya juga kerap terasa ngilu.

Untuk mengatasi penyakitnya, ia meminum obat-obatan kimia yang diresepkan oleh Dokter. Selama satu sampai dua minggu, ia terbebas dari rasa sakit, namun penyakitnya kemudian muncul kembali. Selama tiga tahun, ia harus hidup dengan obat dan kedua penyakitnya.

Pada April 2010, ia pertama kalinya melihat TNBB (TAHITIAN NONI® Bioactive Beverage™ – Original). Seorang teman membawa TNBB. Tapi Abdul sama sekali tak tertarik. Ia tidak mudah percaya pada obat-obatan alternatif. Apalagi si teman juga tidak bisa menjelaskan tentang TNBB dengan baik, temannya hanya brekata TNBB baik untuk kesehatan tubuh.

“Saya baru mau mencicipi TNBB pada bulan Juli 2010. Saat itu, Dokter langganan saya yang menawarkannya. Beliau menjelaskan manfaat TNBB secara medis pada saya. Karena beliau Dokter, saya pun percaya. Ketika saya cicipi, wah, rasanya enak, padahal jus noni kan biasanya bau. Karena itulah, saya akhirnya tertarik meminum TNBB secara rutin,” tutur Abdul.

Ia mulai meminum TNBB dua kali sehari, masing-masing 30 ml. Setelah seminggu, Ia merasakan perubahan, tidurnya lebih lelap dan Ia merasa segar ketika bangun di pagi hari. Asam uratnya juga tak pernah kambuh. Selanjutnya setelah menghabiskan botol kedua, Ia tak lagi merasa sakit saat buang air besar, kotorannya pun bebas dari darah. Namun di botol ketigalah Ia benar-benar merasa sembuh.

Sesekali, Ia bahkan berani menyantap makanan yang bisa memicu asam uratnya kambuh, seperto coto, jeroan atau emping.

“Kini saya yakin sepenuhnya. Saya masih terus meminum TNBB tiga kali sehari” tuturnya puas.